Kapolres Deli serdang Pimpin Rakor Dengan AP II Bandara KNIA Serta Instansi terkait Bahas Tentang Aksi Sweeping Sopir Taxi Resmi Terhadap Sopir Taxi Online di bandara KNIA.

TribrataNewsDeliserdang – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Deli Serdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIK bersama Waka Polres Deli Serdang Kompol Yudi Frianto SIK, Kabag Ops, Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kapolsek Beringin gelar Rakor (rapat koordinasi) antara pihak AP II Bandara KNIA dan Pemkab Deli Serdang di Hotel Frime Plaza Hotel di Jalan Sultan Serdang, Kamis (18/01/2018) sekira pukul 20.00 WIB.

Rakor yang dilaksanakan secara mendadak ini dilakukan behubung telah terjadinya aksi sweeping secara sepihak pihak oleh Taxi Bandara KNIA terhadap Taxi online (Daring) yang beroperasi di dalam kawasan Bandara KNIA yang mengakibatkan terjadinya pengrusakan dan adanya korban kekerasan dari kedua belah pihak.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIK dihadiri sejumlah pejabat yang terkait, diantaranya sdr Muhammad Suwito selaku Deputi Operasi AP II Bandara KNIA, Manager Pengamanan Bandara KNIA sdr Kuswadi, Humas AP II sdr Chandra, Dishub Kab Deli Serdang yang diwakili oleh sdr M. Sinaga beserta PJU Polres Deli Serdang dan 2 Kapolsek dari wilayah hukum Batang Kuis dan Beringin.

Dalam rakor ini, Kapolres ingin mengetahui apa-apa saja langkah-langkah yang telah dilakukan pihak AP II Bandara KNIA sekaligus masukan untuk mengantisipasi agar kedua belah pihak yang bertikai bisa menahan diri di area Bandara KNIA.

“Pesan Kapolda Sumut bahwa Bandara KNIA merupakan Bandara Internasional jadi jangan kita nodai dengan hal-hal negative tentang Bandara kita,” tegas AKBP Eddy Suryantha Tarigan SIK.

Selanjunya Manager Pengamanan Bandara KNIA Kuswadi dalam rakor tersebut menyampikan bahwa pihak AP II sudah rutin melakukan penertiban taxi online yang di back up oleh Polri dan Yon 121 MK namun tidak ada timbul efek jera dari pengendara taxi online yang mengambil penumpang di dalam Bandara KNIA.

Sedang Deputi Operasi AP II sdr Muhammad Suwito menyampaikan Taxi online boleh antar penumpang ke KNIA namun tidak boleh ambil penumpang, namun sulit mengawasinnya.

Senada, Humas AP-II sdr Chandra juga menyampaikan bahwa Peraturan Mentri No. 56 Tahun 2015 mengamanatkan untuk angkutan umum yang boleh beroperasi di Bandara KNIA hanya yang memiliki izin dari AP-II.

Dishub Kabupaten Deli Serdang M Sinaga juga memberikan penyataan dalam rakor mengatakan Taxi online izinya dikeluarkan Dishub Provinsi sesuai PM 108 dan harus gabungan dalam satu badan usaha (tidak boleh nama pribadi).

“Taxi resmi Bandara KNIA hanya sebanyak enam merk, dan Taxi resmi yang beroprasi di KNIA tidak semua Taxi Bandara, yang ada izin operasi ke KNIA dan untuk masalah ini agar pihak AP-II membuat sticker tanda khusus,” terang M Sinaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *