Manajemen Perubahan

Bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir (mind set), serta budaya kerja (culture set) individu pada Satker/ Satfung yang dibangun, menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan zona integritas.Target yang ingin dicapai melalui program ini adalah:                            

  1. Meningkatnya komitmen seluruh jajaran Pimpinan dan anggota Satker/ Satfung dalam membangun Zona Integritas menujuWBK/WBBM;
  2. Terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada Satker/ Satfungyang diusulkan sebagai Zona Integritas menuju WBK/WBBM; dan
  3. Menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya resistensi terhadap perubahan.

Atas dasar tersebut, maka terdapat beberapa indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan manajemen perubahan, yaitu:

  1. Penyusunan Tim Kerja.

Penyusunan Tim Kerja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1)     Satker/ Satfung telah membentuk tim untuk melakukan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM;

2)     Penentuan anggota tim selain pimpinan dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelas.

  • Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1)     Dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM telah disusun;

2)     Dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM telah memuat target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM;

3)     Terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

  • Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1)     Seluruh kegiatan pembangunan Zona Integritas dan WBK/WBBM telah dilaksanakan sesuai dengan target yang direncanakan;

2)     Terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM; 

3)     Hasil monitoring dan evaluasi telah ditindaklanjuti. 

  • Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja

Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1)     Pimpinan berperan sebagai role model dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM;

2)     Agen Perubahan telah ditetapkan;

3)     Budaya kerja dan pola pikir telah dibangun di lingkungan Polri;

4)     Anggota di lingkunga Polri terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.